Rhany Chairunissa Rufinaldo
13 Desember 2019•Update: 14 Desember 2019
Servet Gunerigok
WASHINGTON
Ilmuwan hubungan internasional Amerika Serikat mengatakan Washington dan Ankara memiliki lebih banyak kepentingan bersama daripada perbedaan.
"Kami memiliki mantra yang sulit dalam hubungan AS-Turki selama beberapa tahun terakhir, beberapa perbedaan yang sangat nyata, tetapi saya masih berpikir bahwa kepentingan bersama yang kita miliki lebih besar daripada perbedaan," kata Joseph Nye, profesor Universitas Harvard, kepada Anadolu Agency.
Pernyataannya itu disampaikan setelah diskusi panel berjudul "Strategi dan Tantangan Kebijakan Luar Negeri AS" yang diselenggarakan oleh Yayasan Warisan Budaya Turki.
Nye mengutip pembelian sistem rudal S-400 Rusia oleh Turki dan dukungan AS untuk kelompok teroris PYD/YPG sebagai "perbedaan yang sangat nyata" antara kedua negara.
Dia mengatakan kedua negara harus melakukan yang terbaik untuk tidak menjadikan perbedaan sebagai fokus utama dan menggunakan "negosiasi keras" untuk menyelesaikan perbedaan.
"Itu harus ditangani dengan cara yang memungkinkan kita menjaga kepentingan bersama," kata Nye.
Turkey and the U.S. are currently experiencing rocky relations over a range of issues, including the latter’s support for the YPG/PKK terror group in northern Syria, inaction against the Fetullah Terror Organization (FETO) and anti-Turkey legislation.
"Kita harus menemukan cara untuk melakukan kompromi, tawar-menawar, batasan dan sebagainya," tambah dia.
Turki dan AS saat ini sedang mengalami hubungan yang sulit terkait berbagai masalah, termasuk dukungan Washington untuk kelompok teror YPG/PKK di Suriah utara dan kebijakan anti-Turki.
*Hakan Copur berkontribusi pada berita ini