Maria Elisa Hospita
08 Maret 2018•Update: 08 Maret 2018
Fatih Hafiz Mehmet
ANKARA
Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dan Qatar pada Rabu menandatangani sebuah kesepakatan militer yang memungkinkan pasukan dan staf NATO untuk masuk maupun transit di Qatar.
Kesepakatan tersebut terwujud setelah Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menerima kunjungan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani di markas NATO di Brussel.
Menurut pernyataan tertulis, keduanya membahas soal situasi keamanan di wilayah Teluk, sekaligus kerja sama antara NATO dengan Qatar.
Pasukan dan staf NATO juga diperbolehkan menggunakan Pangkalan Udara Qatar Al-Udeid.
"Kesepakatan ini akan memfasilitasi misi dan operasi NATO di Qatar, termasuk Misi Dukungan Tegas di Afghanistan," tulis NATO dalam pernyataan.
Disebutkan pula bahwa pasukan NATO dan Qatar telah beroperasi berdampingan di Libya dan bersama-sama menangani ancaman pembajakan di lepas pantai Somalia.