Pizaro Gozali İdrus
18 Juni 2019•Update: 19 Juni 2019
Pizaro Gozali
JAKARTA
Ormas Islam Muhammadiyah menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Presiden terguling Mesir Mohamed Morsi
Ketua Lembaga Hubungan dan Kerja Sama Luar Negeri Pimpinan Pusat Muhammadiyah Muhyiddin Junaedi memandang Mohamad Morsi adalah intelektual, politikus, dan pejuang yang berani.
“Kita semua kehilangan sosok guru seperti beliau walaupun hanya memimpin Mesir dengan singkat,” kata Muhyiddin kepada Anadolu Agency pada Selasa.
Muhyiddin berharap ada ratusan pelanjut perjuangan Mursi yang dapat membawa perubahan bagi umat Islam di dunia.
“Morsi bagus sebagai teladan dan memiliki visi kedepan untuk kepentingan umat,” jelas dia.
Dia juga menyesalkakan langkah pemerintah Mesir yang mengisolasi Mursi di tahanan.
Menurut Muhyiddin, kekerasan terhadap lawan politik bukanlah zamannya lagi pada era seperti sekarang ini.
“Simpatik dunia kepada almarhum akan semakin besar,” kata dia.
Muhyiddin juga meminta pemerintah Indonesia dapat mengirim ucapan duka cita atas wafatnya Morsi walaupun pemerintah memiliki hubungan dengan pemerintah Mesir.
“Ini adalah sisi kemanusiaan,” kata Muhyiddin.
Morsi, presiden Mesir pertama yang terpilih secara demokratis, meninggal dunia pada Senin saat tengah menjalani persidangang di pengadilan atas dakwaan spionase.
Pemimpin Ikhwanul Muslimin Mesir tersebut memenangkan pemilihan presiden demokratis pertama negara itupada 2012.
Namun, setelah hanya satu tahun menjabat, dia digulingkan dan dipenjara dalam kudeta militer berdarah yang dipimpin oleh menteri pertahanan Mesir saat itu dan presiden saat ini Abdel Fattah al-Sisi.
Ada enam tuduhan kriminal yang dihadapi Morsi sejak dia digulingkan dalam kudeta militer 2013, termasuk di antaranya pembunuhan, menjadi mata-mata untuk Qatar, mata-mata untuk Hamas dan Hizbullah, menghina pengadilan, kabur dari penjara dan terlibat dalam terorisme.