Maria Elisa Hospita
28 Agustus 2018•Update: 29 Agustus 2018
Elena Teslova
MOSKOW
Sanksi putaran pertama Amerika Serikat ke Rusia karena kasus upaya pembunuhan eks mata-mata Rusia Sergei Skripal di Salisbury, Inggris, mulai berlaku pada Senin.
Keputusan tersebut adalah bagian dari kebijakan untuk mengikis struktur internasional di bidang pengendalian senjata dan non-proliferasi, termasuk pelarangan senjata kimia.
Pembatasan dalam sanksi itu di antaranya melarang penjualan senjata dan ekspor barang penggunaan ganda dan teknologi ke Rusia, serta penyediaan bantuan luar negeri dan penerbitan pinjaman apapun ke negara tersebut.
"Dengan langkah-langkah seperti itu, Washington semakin mempersulit kemungkinan dialog mengenai masalah-masalah multilateral dan bilateral," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Maria Zakharova dalam pernyataan tertulis yang dirilis pada Senin.
Zakharova menambahkan bahwa sanksi tersebut tidak berkontribusi pada dialog dan interaksi bilateral yang terhormat dan beradab.
Sergei dan putrinya, Yulia Skripal, diracun gas saraf pada bulan Maret. Kini Skripal telah pulih dari serangan itu.
Pemerintah Inggris menuding Rusia bertanggung jawab atas insiden itu, dengan menghubungkan insiden itu dengan serangkaian senjata kimia yang dikembangkan oleh Rusia yang dikenal sebagai Novichok.
Kremlin telah membantah bertanggung jawab dalam kasus tersebut.