Muhammad Abdullah Azzam
19 Juni 2020•Update: 20 Juni 2020
Sofya Hocabaşi, Hamdi Yıldız
ISTANBUL
Misi Dukungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Libya (UNSMIL) pada Jumat mengutuk penahanan seorang aktivis sipil Khalid Sakran oleh milisi Jenderal Khalifa Haftar selama seminggu di kota Benghazi.
Dalam sebuah pernyataan di Twitter, UNSMIL menyampaikan rasa kekecewaannya atas penahanan seorang aktivis sipil di Benghazi oleh milisi Haftar karena aktivitasnya yang pro-perdamaian.
"Sesuai hukum internasional, Sakran berhak untuk kebebasan dan keamanan, serta segera diberitahu tentang tuduhan apa pun terhadapnya. Dia harus segera dibebaskan jika dia tak menerima tuduhan untuk diadili di pengadilan," bunyi pernyataan itu.
Sebagai salah satu tokoh pencetus gerakan "Inisiatif Perdamaian" yang diluncurkan oleh banyak aktivis di timur negara itu, Khalid Sakran telah menarik perhatian masyarakat untuk menghentikan peperangan di Libya.
Dia ditahan pada Februari lalu karena tuntutannya terhadap perdamaian dan telah dibebaskan segera setelah itu.
Pasukan pro-Haftar mengendalikan sebagian besar kota Benghazi dan banyak kota di timur negara itu.