Maria Elisa Hospita
20 Mei 2020•Update: 21 Mei 2020
Enes Canli
ANKARA
Militer Libya menghancurkan sistem pertahanan udara buatan Rusia yang digunakan oleh pasukan pendukung panglima perang Khalifa Haftar di Kota Terhune.
"Sistem rudal Pantsir, yang dipasok ke milisi Haftar oleh Uni Emirat Arab, telah dihancurkan," ungkap Abdul-Malik Al-Madani, juru bicara Operasi Volcano of Rage yang dipimpin pemerintah, kepada Anadolu Agency
Selama operasi tersebut, militer Libya juga telah mengambil alih pangkalan udara strategis Al-Watiya di bagian barat negara itu dari milisi Haftar.
Haftar, pemimpin pasukan bersenjata ilegal di Libya Timur, telah mengintensifkan serangan terhadap warga sipil sejak awal Mei.
Mereka telah menyerang militer Libya sejak April 2019, hingga menewaskan lebih dari 1.000 orang.
Militer Libya kemudian meluncurkan Operasi Badai Perdamaian pada 26 Maret untuk melawan serangan-serangan di ibu kota.
Pasca-lengser dan wafatnya Muammar Khaddafi pada 2011, pemerintah Libya dibentuk di bawah kesepakatan politik yang dipimpin PBB pada 2015.