Rhany Chairunissa Rufinaldo
21 Maret 2019•Update: 22 Maret 2019
MUSCAT
Menteri Luar Negeri Mesir Sameh Shoukry pada Rabu mengatakan tidak memiliki persyaratan khusus untuk mengembalikan keanggotaan Suriah di Liga Arab, lansir kantor berita resmi Oman.
"Kairo dan Damaskus memiliki hubungan yang kuat," kata Shoukry saat berkunjung ke Muscat.
Namun, Kementerian Luar Negeri Mesir kemudian mengatakan hanya sebagian dari pernyataan Shoukry yang dilaporkan oleh kantor berita itu.
Kementerian itu mengatakan laporan itu telah mengabaikan apa yang dikatakan Shoukry tentang pentingnya interaksi pemerintah Suriah dengan proses politik di Jenewa dan upaya utusan PBB untuk Suriah.
Interaksi ini akan berkontribusi pada upaya untuk memulihkan stabilitas Suriah dan integritas wilayah, sehingga dapat mempertimbangkan kemungkinan kembalinya Suriah ke Liga Arab, tambah kementerian.
Kantor berita Oman belum melaporkan soal pernyataan kementerian itu.
Keanggotaan Suriah di liga yang berbasis di Kairo itu telah ditangguhkan sejak 2011, ketika rezim Bashar al-Assad meluncurkan tindakan keras terhadap protes pro-demokrasi, yang memicu perang sipil selama delapan tahun.
Bulan lalu, Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Abul Gheit mengatakan tidak ada konsensus di antara negara-negara anggota tentang kembalinya Suriah ke badan pan-Arab itu.