Muhammad Abdullah Azzam
04 Maret 2019•Update: 04 Maret 2019
Gülşen Topçu
GAZA
Mesir akan mengambil tindakan agar Israel mematuhi gencatan senjata serta menghapus blokade terhadap Gaza.
Kelompok-kelompok Palestina dan pejabat "Komisi Tinggi untuk March of Return dan Penghancuran Blokade" menggelar pertemuan di Gaza sekembalinya Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh dari Mesir.
Anggota Biro Politik Hamas Halil al-Hayyah mengatakan dalam sebuah konferensi pers seusai pertemuan tersebut bahwa Mesir akan memulai perundingan baru untuk mendorong Israel menjaga perjanjian gencatan senjata dengan Gaza.
Al-Hayyah mengungkapkan pada saat Haniyeh mengunjungi Mesir, dia menekankan perpecahan antara kelompok-kelompok Palestina harus segera diakhiri sesuai dengan visi bersama dan perjanjian yang telah ditandatangani antara kelompok-kelompok Palestina pada tahun-tahun sebelumnya.
"Haniyeh juga memberi tahu pihak berwenang Mesir tentang bahaya yang dihadapi Palestina,” ungkap al-Hayyah.
Dia pun menekankan bahwa blokade terhadap Gaza yang telah berlangsung selama sekitar 12 tahun harus segera diakhiri.
Pada 11 November, Brigade Qassam berhasil mendapati operasi penyusupan pasukan Israel ke Khan Younis, sebelah timur Jalur Gaza.
Tujuh warga Palestina dan seorang tentara Israel tewas dalam operasi penyusupan Israel. Kejadian itu memicu eskalasi militer Israel terhadap Gaza.
Kelompok-kelompok Palestina mengumumkan gencatan senjata di Gaza pada 13 November, menyusul meningkatnya ketegangan di wilayah tersebut.