Astudestra Ajengrastrı
16 Oktober 2018•Update: 16 Oktober 2018
Ahmet Gurhan Kartal
LONDON
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu bertemu dengan Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt di London pada Senin untuk mendiskusikan beberapa isu.
Di antara topik yang dibahas pada pertemuan tertutup mereka adalah kasus menghilangnya jurnalis Saudi Jamal Khashoggi, yang dikatakan Hunt sebagai "sangat mengkhawatirkan".
"Inggris mendukung penuh investigasi yang dilakukan Turki atas kasus tersebut, seperti yang saya sampaikan kepada Pak Cavusoglu hari ini," kata Hunt.
"Kami telah mendesak Arab Saudi untuk bekerja sama sepenuhnya dalam investigasi ini. Masih ada pertanyaan-pertanyaan tentang hilangnya Pak Khashoggi yang hanya bisa dijawab oleh Arab Saudi."
Hunt juga berkata Inggris menyambut baik kesepakatan Raja Saudi Salman dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kemarin, untuk membuat gugus tugas gabungan yang akan menyelidiki kasus ini.
Dia juga menyatakan menyambut positif keputusan Arab Saudi untuk meminta jaksa penuntut umum mengadakan investigasi internal soal menghilangnya Khashoggi dan menunjuk orang yang bertanggung jawab bila bukti-bukti menyatakan demikian.
Pada Sabtu, Cavusoglu berkata Turki menerima tawaran kerja sama dari pejabat-pejabat Saudi.
Sejumlah pejabat Turki dan Saudi tiba pada Senin pagi di konsulat Saudi di Istanbul untuk melakukan penyelidikan gabungan.
Di hari Khashoggi menghilang, 15 warga Saudi, termasuk beberapa pejabat negara, tiba di Istanbul dan mengunjungi gedung diplomasi sementara Khashoggi masih berada di dalamnya, ujar sumber-sumber kepolisian Turki. Semua individu tersebut dinyatakan telah meninggalkan Turki.
Cavusoglu dan Hunt juga membicarakan soal hubungan bilateral dan regional, perjanjian antara Turki dan Rusia untuk menetapkan zona demiliterisasi di Idlib, Suriah, perang melawan terorisme dan Brexit, menurut sumber-sumber diplomatik Turki.
Pernyataan dari Kantor Kementerian Luar Negeri berkata Hunt yang "membahas situasi di Suriah, menekankan pentingnya memastikan keamanan para penduduk sipil di Idlib dan memuji Turki karena menerima lebih dari 3,6 juta pengungsi".