Seda Sevencan
01 Agustus 2022•Update: 02 Agustus 2022
ISTANBUL
Menteri luar negeri Turki melakukan panggilan telepon terpisah pada hari Minggu dengan menteri luar negeri Kosovo dan Serbia menyusul ketegangan yang meningkat antara kedua negara itu.
Berdasarkan keterangan Kementerian Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu menekankan “akal sehat harus menang” di wilayah tersebut.
Menekankan pentingnya Turki merajut perdamaian dan stabilitas di Balkan, Cavusoglu mengatakan Ankara siap melakukan perannya untuk mengurangi ketegangan.
Ketegangan antara Serbia dan Kosovo meningkat pada Minggu menjelang undang-undang baru Kosovo yang mulai berlaku Senin yang mewajibkan semua orang, termasuk warga Serbia yang tinggal di Kosovo, untuk memiliki kartu identitas dan plat Kosovo.
Menurut media lokal, sirene serangan udara terdengar di dekat perbatasan Kosovo/Serbia saat Kosovo akan membatasi penyeberangan perbatasan.
Albin Kurti, perdana menteri Kosovo, menyalahkan presiden Serbia atas meningkatnya ketegangan dan kemungkinan konflik perbatasan antara Tentara Serbia dan polisi Kosovo.
Dia juga mencela "ketakutan" dan ancaman di negara tetangga Serbia.
Kementerian Pertahanan Serbia mengeluarkan pernyataan yang menuduh bahwa pemerintah Kosovar menyebarkan disinformasi, termasuk melalui akun media sosial palsu.
Mereka menambahkan Tentara Serbia tidak “memasuki wilayah Kosovo dengan cara apa pun”.