Hayati Nupus
30 Desember 2017•Update: 01 Januari 2018
Hayati Nupus
JAKARTA
Indonesia telah membangun 1.246 kilometer jalan inspeksi dan patroli di perbatasan Kalimantan dalam tiga tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo.
Staf Ahli Menteri Pertahanan Bidang Ekonomi Bondan Tiara Sofyan mengatakan pada 2015, pembangunan jalan inspeksi dan patroli di perbatasan Kalimantan itu baru sebatas 337 kilometer kemudian meningkat menjadi 742 kilometer di tahun berikutnya.
“Selain faktor keamanan, jalan di perbatasan bisa berkontribusi terhadap pengembangan ekonomi masyarakat setempat,” kata Bondan.
Bentuk fisiknya, ujar Bondan, berupa Dermaga Macan Tutul di Merauke, Dermaga Posal Sei Pancang di Sebatik dan perpanjangan runway di Landasan Udara R Sajad Natuna.
Indonesia, kata Bondan, juga membangun 80 pos perbatasan di Kalimantan, Papua dan Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam tiga tahun ini. Angka ini berlipat dari 45 pos pada 2015 dan 71 pos pada 2016.
Bondan mengatakan pembangunan di wilayah perbatasan menjadi bagian dari Defence Planning 2015-2019 dan diatur dalam Peraturan Menteri Pertahanan Nomor 04 tahun 2017 tentang Pengerahan Tentara Nasional Indonesia dan Pengamanan Perbatasan.
“Kita fokus di perbatasan, tiap patok perbatasan negara di Kalimantan itu memiliki chip yang terpantau real time di Pusat Data dan Informasi Kementerian Pertahanan,” kata Bondan.
Tantangan Siber
Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Pertahanan Yusuf Jauhari mengatakan ancaman negara mulai bergeser seiring perkembangan teknologi dan siber.
Perkembangan buruk di media sosial, kata Yusuf, mulai mengkawatirkan dan mengancam keamanan negara. Begitu juga dengan peredaran pesawat tanpa awak (drone).
“Ini perlu disikapi dengan tegas, ancamannya nyata, banyak langkah yang harus ditempuh” ujar Yusuf.
Yusuf mengatakan perlu keterlibatan banyak pihak untuk menyelesaikan persoalan ini, baik dari pemerintah maupun swasta.
Yusuf mengatakan Kementerian Pertahanan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, TNI dan Polri, begitu juga dengan komunitas di masyarakat, bergerak untuk pengamanan siber.
“Semua sudah mengarah ke sana, begitu ada kejadian langsung disikapi,” kata Yusuf.