Zylfije Adem Jakupi dan Furkan Abdula
03 Agustus 2022•Update: 04 Agustus 2022
PRISTINA, Kosovo
Semua barikade yang dibuat oleh warga Serbia yang tinggal di wilayah utara Kosovo yang berbatasan dengan Serbia telah disingkirkan, kata menteri dalam negeri Kosovo pada Senin malam.
Barikade yang dibangun di jalan-jalan disingkirkan dan penyeberangan perbatasan Jarinje dan Brnjak dibuka untuk warga, kata Xhelal Svecla di Facebook.
Kelompok bertopeng yang memegang senjata "dipimpin oleh Beograd dan datang dari Serbia" menyerang warga Kosovo, ujar Svecla.
Mereka juga menembaki petugas polisi, tambah dia.
Svecia menambahkan bahwa mereka menggagalkan serangan dunia maya dan semua sistem pemerintah telah dilindungi.
Ketegangan antara Serbia dan Kosovo meningkat pada Minggu menjelang rencana implementasi undang-undang baru Kosovo yang mewajibkan semua orang, termasuk orang Serbia yang tinggal di Kosovo, untuk memiliki kartu identitas dan plat nomor Kosovo.
Lantas Kosovo mengumumkan bahwa mereka telah memutuskan untuk menunda langkah-langkah baru ini hingga 1 September.
Presiden Serbia Aleksandar Vucic menyerukan dialog pada Minggu untuk menyelesaikan masalah dengan Kosovo.
Kosovo, yang sebagian besar dihuni oleh orang Albania, memisahkan diri dari Serbia pada 1999 dan mendeklarasikan kemerdekaannya pada 2008.
Kosovo diakui oleh lebih dari 100 negara, termasuk AS, Inggris, Prancis, Jerman, dan Turki. Serbia belum mengakui dan terus mengklaim wilayah tersebut bagian dari wilayahnya.