Rhany Chairunissa Rufinaldo
30 Agustus 2018•Update: 31 Agustus 2018
Ali H. M.Abo Rezeg
KAIRO
Menteri Luar Negeri Mesir Sameh Shoukri pada Rabu bertemu dengan mitranya dari Sudan, Aldirdiri Mohamed Ahmed di Kairo untuk membahas perkembangan regional.
Menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Mesir, pertemuan itu membahas keamanan Laut Merah dan negosiasi yang sedang berlangsung mengenai proyek Bendungan Grand Renaissance di Ethiopia.
Dalam pertemuan itu, Shoukri menjelaskan kepada Ahmed tentang kunjungannya baru-baru ini ke Addis Ababa, di mana dia bertemu dengan Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed pada Selasa.
Menlu Mesir itu juga memuji upaya Sudan untuk mencapai perdamaian di Sudan Selatan yang dilanda konflik.
Ahmed menekankan kedalaman hubungan "historis" negeranya dengan negara tetangga Mesir.
Dia juga meminta agar hubungan ditingkatkan dengan maksud untuk "mengaktifkan kemitraan strategis dan menghilangkan hambatan untuk kerjasama lebih lanjut".
Pada 2011, Ethiopia memulai pembangunan bendungan hidroelektrik besar-besaran di Sungai Nil Biru, anak Sungai Nil, dekat perbatasan dengan Sudan.
Dalam tujuh tahun sejak saat itu, Mesir, Ethiopia dan Sudan telah mengadakan beberapa putaran pembicaraan untuk membahas dampak bendungan terhadap sumber daya air Sungail Nil.
Addis Ababa mengatakan listrik yang dihasilkan oleh bendungan, yang awalnya dijadwalkan selesai tahun ini, akan membantu negara itu mencapai tujuan pembangunannya.
Sementara itu, Mesir khawatir bendungan itu dapat mempengaruhi bagian historis dari air Sungai Nil.