Rhany Chairunissa Rufinaldo
12 September 2018•Update: 12 September 2018
Khaled Ibrahim
KAIRO
Liga Arab yang berbasis di Kairo pada Selasa mengadakan pertemuan menteri luar negeri untuk membahas cara-cara melawan keputusan Amerika Serikat (AS) baru-baru ini untuk memotong dana untuk badan pengungsi Palestina (UNRWA).
Dalam pernyataan bersama, para menteri luar negeri Arab memperingatkan bahwa kebijakan AS "melemahkan mandat UNRWA dan mengurangi layanan yang disediakan untuk pengungsi Palestina, yang hanya akan memperburuk situasi di Timur Tengah".
Mereka juga mengumumkan niat kolektif mereka “untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan dukungan keuangan yang berkelanjutan untuk memungkinkan operasi lanjutan UNRWA”.
Berbicara pada pertemuan tersebut, Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Maliki menuding AS "melanggar hak-hak rakyat Palestina dan hukum internasional dengan tujuan untuk menerapkan 'Kesepakatan Abad Ini'."
"Kesepakatan Abad Ini" mengacu pada rencana perdamaian jalur belakang Timur Tengah, yang rinciannya belum dipublikasikan.
"Pemerintahan AS sekarang menargetkan representasi politik Palestina dengan menutup kantor PLO di Washington," kata al-Maliki.
"AS juga berupaya untuk menindas para pengungsi dan hak mereka untuk kembali ke wilayah historis Palestina dengan menguras dana dari UNRWA," tambahnya.
Pada 31 Agustus, Washington memangkas semua pendanaannya ke UNRWA, di mana sejauh ini AS telah menjadi kontributor terbesar.
Didirikan pada 1949, UNRWA memberikan bantuan penting kepada para pengungsi Palestina di Jalur Gaza yang diblokade, Tepi Barat yang diduduki Israel, Yordania, Libanon dan Suriah.
Akhir bulan ini, negara-negara donor berencana untuk bertemu di New York untuk membahas masa depan UNRWA yang kekurangan uang.