Servet Günerigök
23 November 2019•Update: 25 November 2019
Servet Gunerigok
WASHINGTON
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pada Jumat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Sheikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan dari Uni Emirat Arab untuk membahas kehadiran militer Rusia di Libya.
"Menlu Pompeo dan Menteri Luar Negeri Al Nahyan membahas kebutuhan untuk melawan perilaku destabilisasi rezim Iran," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Morgan Ortagus dalam sebuah pernyataan tentang pertemuan di Washington.
Kedua tokoh itu juga membahas situasi di Libya, termasuk "kehadiran Rusia dan kebutuhan mendesak untuk de-eskalasi, gencatan senjata, dan solusi politik."
Pekan lalu, Ortagus mendesak pasukan Tentara Nasional Libya, yang dipimpin oleh komandan Khalifa Haftar, untuk menghentikan ofensif mereka di negara Afrika Utara yang dilanda perang.
"Hari ini, Dialog Keamanan Libya AS-# diluncurkan di Washington D.C. Kami menyerukan 'Tentara Nasional Libya' untuk mengakhiri serangannya, memfasilitasi kerja sama AS-Libya, & mencegah upaya Rusia untuk mengeksploitasi konflik," kata Ortagus di Twitter.
Rusia membantah kehadiran militer di negara kaya minyak yang tetap dilanda gejolak sejak 2011, ketika penguasa lama Muammar khaddafi digulingkan dan dibunuh dalam pemberontakan yang didukung NATO setelah empat dekade berkuasa.
Libya sejak saat itu telah melihat munculnya dua kursi kekuasaan saingan, termasuk satu di Libya timur, dengan mana Haftar berafiliasi, dan Pemerintah Nasional Acoord yang berbasis di Tripoli, yang menikmati pengakuan PBB.
"Mereka juga membahas pentingnya persatuan Dewan Kerjasama Teluk," kata Ortagus.
Pompeo menyampaikan belasungkawa atas kematian saudaranya, Sheikh Sultan bin Zayed Al Nahyan, yang dilaporkan meninggal saat menjalani perawatan di luar negeri.