Iclal Turan
21 Maret 2024•Update: 26 Maret 2024
WASHINGTON
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken pada Kamis pagi mengatakan bahwa perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas “sangat mungkin terjadi” dan “perbedaan pendapat semakin menyempit” seiring berlanjutnya negosiasi di Qatar.
“Ini semakin dekat. Saya pikir perselisihannya semakin menyempit, dan saya pikir kesepakatan sangat mungkin terjadi,” kata Blinken dalam wawancara dengan saluran televisi Arab Saudi Al-Hadath selama kunjungannya ke Jeddah, Arab Saudi.
“Kami bekerja sangat keras dengan Qatar, Mesir, dan Israel untuk mengajukan proposal yang kuat. Hamas tidak akan menerimanya. Mereka kembali dengan permintaan lain, tuntutan lain. Para negosiator sedang mengerjakan hal itu sekarang. Tapi saya yakin hal ini bisa dilakukan dan sangat diperlukan,” urai dia.
“Jika Hamas peduli terhadap orang-orang yang diwakilinya, maka mereka akan mencapai kesepakatan,” ungkap Blinken.
Perjanjian semacam itu, menurut Blinken, akan memiliki “efek langsung berupa gencatan senjata, meringankan penderitaan masyarakat yang sangat besar, memberikan lebih banyak bantuan kemanusiaan, dan kemudian memberi kita kemungkinan untuk mendapatkan sesuatu yang lebih bertahan lama.”
Blinken melakukan kunjungan le Timur Tengah untuk keenam kalinya sejak 7 Oktober ketika pembicaraan sedang berlangsung untuk mencapai perjanjian gencatan senjata sementara yang mencakup pembebasan sandera Israel dengan imbalan kebebasan bagi tahanan Palestina.
Blinken tiba di Arab Saudi pada Rabu, di mana dia bertemu dengan Menteri Luar Negeri Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud untuk membahas pentingnya gencatan senjata segera di Jalur Gaza dan situasi di kota Rafah, yang diancam akan diserang oleh Israel.
Departemen Luar Negeri AS mengatakan Blinken akan mengunjungi Mesir setelah kunjungannya ke Arab Saudi untuk melakukan pembicaraan dengan para pemimpin Mesir dan akan tiba di Israel pada Jumat.
Kunjungannya ke wilayah tersebut bertepatan dengan peluncuran perundingan baru yang direnungkan oleh Mesir, Qatar dan Amerika Serikat untuk membantu mencapai kesepakatan antara kelompok Palestina Hamas dan Israel guna memastikan gencatan senjata dan pertukaran tahanan.