Maria Elisa Hospita
19 Oktober 2019•Update: 19 Oktober 2019
Omur Melih Uzelce
ANKARA
Menteri Pertahanan Turki berdiskusi dengan rekan sejawatnya di Amerika Serikat tentang implementasi kesepakatan zona aman di utara Suriah.
Menurut pernyataan kementerian, Hulusi Akar dan Mark Esper menekankan tujuan kesepakatan tersebut yaitu membangun zona aman, yang disepakati oleh Turki dan AS, dalam kerangka integritas teritorial Suriah.
Saat ini Turki sedang mengawasi penarikan teroris YPG / PKK, perlucutan senjata, dan pembasmian pos-pos mereka dari zona aman yang ditentukan dalam perjanjian.
Dalam pernyataan itu disebutkan bahwa Turki mengharapkan AS untuk memenuhi komitmennya.
Turki juga menegaskan tekadnya untuk terus memerangi kelompok teror Daesh dan menjalankan hak membela dirinya jika ada tindakan permusuhan ke Angkatan Bersenjata Turki.
Pada Kamis, Turki sepakat untuk menghentikan Operasi Mata Air Pedamaian selama 120 jam untuk memungkinkan penarikan pasukan teroris YPG / PKK dari zona aman.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence telah menyepakati zona aman Turki sepanjang 20 mil (32 kilometer) di selatan perbatasan Turki di Suriah.
Turki meluncurkan Operasi Mata Air Perdamaian pada 9 Oktober untuk mengamankan perbatasannya dari unsur-unsur teroris guna memastikan kembalinya pengungsi Suriah dengan aman dan integritas wilayah Suriah.
Turki memandang kelompok teroris PKK dan cabangnya, YPG/PYD, sebagai ancaman terbesar bagi masa depan Suriah, yang membahayakan integritas teritorial dan struktur kesatuan negara.
Dalam lebih dari 30 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, Amerika Serikat, dan Uni Eropa - bertanggung jawab atas kematian sekitar 40.000 orang, termasuk perempuan dan anak-anak.
*Ditulis oleh Havva Kara Aydin