Ekip
26 November 2021•Update: 27 November 2021
ISTANBUL
Kantor berita Uni Emirat Arab (UEA) memuji pertemuan pada Rabu antara Putra Mahkota Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di ibu kota Turki, Ankara.
Putra mahkota Abu Dhabi melakukan kunjungan resmi ke Turki pada Rabu, pertama kali sejak 2012 di tengah pembaruan kuat hubungan bilateral antara Abu Dhabi dan Ankara.
Setelah pertemuan antara kedua pemimpin di kompleks presiden, Turki dan UEA menandatangani perjanjian kerja sama bilateral di berbagai bidang, termasuk perdagangan, energi, dan lingkungan.
Uni Emirat Arab juga mengalokasikan dana USd10 miliar untuk diinvestasikan di Turki.
Kunjungan 'luar biasa'
Harian Al-Khaleej memuji kunjungan MBZ ke Turki sebagai pertemuan “luar biasa.”
Pertemuan Pangeran Al Nahyan dengan Presiden Erdogan membuka jalan bagi pembaruan hubungan antara kedua negara dalam kerangka kepentingan politik, ekonomi, komersial dan investasi bersama, dengan cara yang berfungsi untuk memajukan proses pembangunan dan kemajuan, ungkap media itu.
Pertemuan tersebut memiliki kepentingan yang luar biasa, karena itu menggerakkan hubungan dengan Turki ke fase baru, tidak hanya dengan UEA tetapi dengan berbagai negara Arab, berdasarkan hubungan sejarah, geografis dan agama dan banyak kepentingan bersama, tutur harian itu.
'Memperbaiki jalan sejarah'
Harian Al-Watan mengungkapkan kunjungan emir UEA ke Turki “memperbaiki jalannya sejarah” dan merupakan “stasiun kritis dan sangat penting” di mana hubungan antara kedua negara akan dibangun “terutama yang berkaitan dengan aspek ekonomi.”
Media itu juga menggambarkan kunjungan tersebut sebagai "bersejarah" dan salah satu yang "menandakan era baru kerja sama" antara Turki dan UEA, mengutip berbagai perjanjian yang ditandatangani kedua negara setelah pertemuan antara kedua pemimpin.
Lebih lanjut, Al-Watan mengatakan kunjungan tersebut memberikan “dorongan baru” dalam hubungan antar negara, yang dapat dimanfaatkan untuk bekerja sama dan mencapai konsensus tentang isu-isu penting di Timur Tengah.
Prospek yang menjanjikan
Sementara itu, harian Al-Bayan memuji pertemuan Sheikh Al Nahyan dengan Presiden Erdogan sebagai salah satu yang membuka "prospek yang menjanjikan untuk pembangunan dan kemakmuran di kawasan."
Media itu mengatakan kedua pemimpin membahas hubungan bilateral dan cara-cara untuk membuka cakrawala baru untuk kerja sama dan kerja bersama di semua bidang yang melayani kepentingan bersama mereka, di samping semua masalah regional dan internasional dan perkembangan yang menjadi perhatian kedua negara.
Harian itu mengutip Al Nahyan yang memuji Turki sebagai “negara penting dengan peran dan pengaruh besar di lingkungan regional dan internasionalnya,” mencatat keinginan UEA “untuk bekerja sama dengannya dalam menemukan solusi damai untuk krisis di kawasan untuk mencapai perdamaian dan stabilitas serta membuka cakrawala baru.”
Harian Al-Ruya mengatakan kunjungan itu “menjabarkan visi untuk masa depan yang damai, stabil, dan sejahtera untuk wilayah tersebut.”
Pertemuan Al Nahyan dengan Presiden Erdogan melihat Turki dan UEA menandatangani 10 perjanjian tentang energi, lingkungan, keuangan, dan perdagangan.
Setelah mengakhiri kunjungannya ke Ankara, pemimpin UEA mengirim pesan telegram kepada presiden Turki yang menyatakan penghargaannya atas sambutan hangat dan keramahan yang ditunjukkan kepadanya dan delegasinya.