Maria Elisa Hospita
16 November 2019•Update: 18 November 2019
Arif Yusuf, Hamdi Yildiz
IRAK
Mantan Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi mengusulkan pembentukan pemerintahan yang independen untuk mempersiapkan pemilihan umum lebih awal.
"Tugas utama pemerintah independen adalah membawa negara ini ke pemilihan umum awal," kata al-Abadi dalam sebuah pernyataan.
Dia menekankan pemilu harus dijalankan dengan keadilan bagi hukum dan komisi independen dalam kemitraan dengan PBB.
Sejak awal bulan lalu, Irak telah didera gelombang protes terhadap kebijakan pemerintah yang menurut para pengunjuk rasa gagal memperbaiki kondisi kehidupan dan mengakhiri praktik korupsi.
Tuntutan demonstran kemudian berkembang menjadi tuntutan pembubaran pemerintahan Perdana Menteri Adel Abdul-Mahdi.
Menurut Komisi Tinggi Hak Asasi Manusia Irak, setidaknya 325 warga Irak telah terbunuh dan 15.000 telah terluka sejak aksi protes dimulai pada 1 Oktober.
*Ditulis oleh Davut Demircan