Muhammad Abdullah Azzam
27 Maret 2021•Update: 29 Maret 2021
Beyza Binnur Donmez
ANKARA
Mantan direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS) pada Jumat mengatakan bahwa dirinya yakin virus korona berasal dan "lolos" dari laboratorium Wuhan di China.
"Saya berpandangan bahwa saya masih berpikir kemungkinan besar penyebab patologi ini di Wuhan berasal dari laboratorium. [Virus ini] Lolos," kata Robert Redfield kepada CNN.
"Orang lain tidak percaya itu. Tidak apa-apa. Ilmu pengetahuan pada akhirnya akan mengetahuinya," ujar dia.
Redfield sambil mengacu pada Institut Virologi Wuhan, laboratorium Keamanan Hayati Nasional Wuhan (Tingkat 4) atau Lab P4 di China.
Dia menyoroti bukan hal yang aneh jika patogen pernapasan yang sedang dikerjakan di laboratorium menginfeksi pekerja laboratorium.
"Itu tidak menyiratkan adanya kesengajaan. Itu pendapat saya, bukan? Tapi saya seorang ahli virus. Saya telah menghabiskan hidup saya dalam virologi," ucap dia.
Pakar tersebut mengatakan bahwa dia tidak percaya virus itu berasal dari kelelawar ke manusia, yang menjadi salah satu virus paling menular yang kita kenal dalam manusia untuk penularan dari manusia ke manusia.
Redfield juga menyebut virus tersebut sudah menyebar pada September atau Oktober 2019.
Pada awal Februari kemarin, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan "sangat tidak mungkin" virus menyebar dari kebocoran laboratorium di Wuhan.
Namun, Peter Ben Embarek, pemimpin tim WHO yang melakukan penyelidikan di Wuhan, mengatakan lebih banyak penelitian diperlukan untuk mengidentifikasi sumbernya.
Sejak Desember 2019, ketika virus pertama kali terdeteksi, lebih dari 125,6 juta kasus dan lebih dari 2,7 juta kematian telah dilaporkan secara global, menurut penghitungan dari Universitas Johns Hopkins.