Dandy Koswaraputra
31 Agustus 2018•Update: 31 Agustus 2018
Hajer M'tiri
PARIS
Uni Eropa harus mengejar 'kemitraan strategis' dengan Turki dan Rusia dalam mengambil tanggung jawab untuk pertahanan wilayah dan mengurangi ketergantungannya pada AS, kata Presiden Prancis Emmanuel Macron, Kamis.
Berbicara pada konferensi pers bersama di Helsinki bersama Presiden Finlandia Sauli Niinisto, Macron mengatakan "minat kami dengan Turki serta dengan Rusia adalah memiliki kemitraan strategis untuk menstabilkan hubungan dengan Uni Eropa dalam jangka panjang".
Pemimpin Prancis itu menambahkan bahwa "kita harus memperbarui hubungan kita dengan Rusia lebih jauh ke akhir Perang Dingin," mengatakan kebiasaan lama telah menyebabkan "kesalahan atau kesalahpahaman dalam dua dekade terakhir".
"Saya pikir bahwa dalam hal-hal seperti keamanan dunia maya, pertahanan, hubungan strategis, kita dapat membayangkan garis-garis besar hubungan baru antara Rusia dan Uni Eropa yang sejalan dengan arah Eropa menuju," kata Macron.
"Stabilitas di seluruh wilayah adalah demi kepentingan kami."