Maria Elisa Hospita
17 Maret 2018•Update: 18 Maret 2018
Hajer M'tiri
PARIS
Prancis memiliki sumber daya yang diperlukan untuk melakukan intervensi militer di Suriah, baik secara independen ataupun dengan Amerika Serikat, kata pejabat tinggi militer, Jumat.
Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Senin mengatakan bahwa negaranya siap menyerang jika menemukan "bukti tak terbantahkan" mengenai penggunaan senjata kimia oleh rezim Bashar al-Assad untuk membunuh warga sipil Suriah.
"Presiden Macron tidak akan mengeluarkan pernyataan tersebut jika kita tidak memiliki sumber daya," tegas Panglima Militer Jenderal Francois Lecointre, dalam siaran radio Prancis Europe 1.
Ketika ditanya apakah Prancis akan mengkoordinasikan langkah tersebut dengan sekutu AS, Lecointre pun mengiyakan.
"Prancis punya kesempatan untuk melakukan sesuatu sendiri, namun kami tetap harus menunjukkan solidaritas dengan sekutu, karena kami memiliki visi yang sama tentang situasi di Suriah," tambah dia.
Pekan lalu, sebuah komisi penyelidikan PBB merilis sebuah laporan yang menyebut bahwa rezim Assad telah melakukan kejahatan perang di Ghouta Timur, Suriah, termasuk penggunaan senjata kimia pada warga sipil, menyebabkan kelaparan massal, dan menutup akses evakuasi medis.