Rıskı Ramadhan
09 April 2018•Update: 10 April 2018
Omer Aydın
PARIS
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Prancis Emmanuel Macron melakukan sebuah percakapan telepon, Minggu.
Menurut pernyataan tertulis Istana Kepresidenan Prancis Elysee, kedua pemimpin membahas situasi di Suriah.
Macron mengecam keras serangan kimia terhadap rakyat di Ghouta Timur pada 7 April, kata pernyataan tersebut.
Pernyataan tersebut menambahkan, Macron dan Trump telah bertukar informasi dan menginstruksikan tim untuk meningkatkan koordinasi informasi dan analisis terkait serangan tersebut dalam beberapa hari mendatang.
Dalam pernyataan itu ditekankan bahwa pemimpin kedua negara telah memutuskan untuk berkoordinasi dalam mengambil inisiatif dan aksi untuk mengecam pelanggaran Resolusi 2401 dan penggunaan senjata kimia secara berulang, pada pertemuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK-PBB) yang akan diadakan hari ini.
Selain itu, kedua pemimpin juga disebutkan akan kembali berkomunikasi dalam 48 jam ke depan.
Pernyataan dari Elysee tidak menyebutkan siapa di balik serangan di Ghouta Timur.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Prancis menyatakan bahwa "penggunaan senjata kimia adalah kejahatan perang" dan mengundang DK PBB untuk menggelar pertemuan membahas masalah ini.
Pernyataan itu mengatakan bahwa Prancis akan memenuhi "semua tanggung jawabnya" dalam memerangi produksi senjata kimia.
Rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad meluncurkan serangan kimia yang menewaskan 78 warga sipil di permukiman sipil di distrik Douma, titik terakhir yang dikuasai pihak oposisi di Ghouta Timur.