Rhany Chairunissa Rufinaldo
15 Oktober 2018•Update: 15 Oktober 2018
Hussein Mahmoud
KAIRO
Liga Arab telah memperingatkan percepatan pembangunan pemukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki.
Dalam laporan yang dikeluarkan Minggu malam, liga yang bermarkas di Kairo itu mengatakan "pembangunan pemukiman Israel sedang berlangsung dalam kecepatan yang sangat cepat di tengah penerimaan dan dorongan AS dan tidak adanya pertanggungjawaban internasional."
Menuduh pemerintah Israel melanggar hukum internasional, organisasi pan-Arab itu mengatakan bahwa tindakan Israel di wilayah pendudukan sama dengan kejahatan perang, mengutip penghancuran rumah, pemindahan warga Palestina dan penyitaan tanah mereka.
Menurut laporan itu, investasi Israel di Yerusalem Timur mencapai ILS4,5 miliar (USD1,24 miliar), 87 persennya dialokasikan untuk permukiman Yahudi dan hanya 13 persen untuk pemukiman Palestina.
"Israel secara sistematis mengalokasikan lahan untuk orang Yahudi sebagai bagian dari kebijakan yang hanya bisa digambarkan sebagai apartheid," kata laporan itu.
Pada Minggu, pemerintah Israel menyetujui rencana untuk memperluas pemukiman Yahudi di kota Hebron, Tepi Barat.
Pembangunan pemukiman Israel di wilayah pendudukan adalah salah satu hambatan terbesar bagi dimulainya kembali perundingan perdamaian dengan Palestina, yang telah terhenti selama bertahun-tahun.
Menurut laporan Palestina, lebih dari 700.000 pemukim Yahudi saat ini tinggal di 196 pemukiman (dibangun dengan persetujuan pemerintah Israel) dan lebih dari 200 pos pemukim (dibangun tanpa persetujuan) di Tepi Barat yang diduduki.
Hukum internasional menganggap Tepi Barat dan Yerusalem Timur sebagai "wilayah pendudukan" dan menganggap semua aktivitas pemukiman Yahudi di tanah itu ilegal.