Rhany Chaırunıssa Rufınaldo
02 Januari 2020•Update: 02 Januari 2020
ANKARA
Utusan pemerintah resmi Libya pada Selasa menuduh Liga Arab menerapkan standar ganda pada konflik di negara itu.
Saleh Shammakhi, yang mewakili Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui PBB di Liga Arab, mengecam eksploitasi Liga Arab pada perjanjian maritim antara Libya dan Turki.
Berbicara pada pertemuan perwakilan permanen organisasi itu, dia mengatakan bahwa Libya telah meminta Liga Arab untuk meninjau agresi terhadap Tripoli oleh komandan militer Khalifa Haftar, tetapi tidak ditanggapi.
"Liga Arab menerapkan kebijakan standar ganda di mana mereka tidak melakukan apa pun ketika kami [GNA] menyerukan pertemuan darurat pada awal agresi Haftar," kata Shammakhi pada pertemuan yang diadakan atas permintaan Mesir di Kairo.
Dia menambahkan bahwa kebijakan semacam itu mendorong GNA mempertimbangkan kembali relevansi untuk tetap berada dalam organisasi.
Shammakhi juga mempertanyakan peran Liga Arab dan keterwakilan semua orang Arab.
"GNA menghadapi distorsi yang disengaja dan berupaya untuk melegitimasinya. Perjanjian maritim dengan Ankara ditandatangani sesuai hukum internasional dengan cara yang tidak merusak hak atau kedaulatan negara mana pun," tegas dia.
Shammakhi menambahkan bahwa Tripoli siap menerima atau mengirim para ahli untuk tujuan menjelaskan dan mengklarifikasi ketentuan perjanjian kepada negara mana pun.
Pada 27 November, Ankara dan Pemerintah Libya yang diakui PBB untuk Kesepakatan Nasional (GNA) menandatangani pakta kerja sama militer dan perjanjian perbatasan laut di Mediterania Timur.
Sejak penggulingan pemerintahan Muammar Khaddafi pada 2011, dua poros kekuasaan yang saling bersaing muncul di Libya, satu di Libya Timur yang didukung oleh Mesir dan Uni Emirat Arab, dan satu lagi di Tripoli yang mendapat pengakuan PBB dan internasional.
*Ahmed Asmar berkontribusi pada berita ini dari Ankara