Maria Elisa Hospita
12 Agustus 2019•Update: 13 Agustus 2019
Mehmet Nuri Ucar
TRIPOLI, Libya
Penerbangan di Bandara Internasional Mitiga di Tripoli, Libya, diberhentikan sejak Minggu, ketika pasukan yang berafiliasi dengan Khalifa Haftar melanggar kesepakatan gencatan senjata selama hari libur keagamaan Islam, termasuk Idul Adha.
Lewat akun Facebook resminya, Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui PBB menkonfirmasi penangguhan penerbangan hingga pemberitahuan lebih lanjut karena bandara terkena serangan roket.
Menurut pernyataan GNA, itu adalah kedua kalinya pasukan Haftar melanggar kesepakatan gencatan senjata.
Pelanggaran pertama dilancarkan oleh pasukan Haftar ke sebuah area di dekat bandara dengan tembakan roket dan artileri.
Pada 29 Juli, Ghassan Salame, representatif khusus sekretaris jenderal PBB, menawarkan gencatan senjata antara pihak-pihak yang bertikai di Libya selama Idul Adha.
Turki dan Uni Eropa juga menyambut tawaran tersebut dan menyuarakan dukungan untuk usulan Salame.
Awal April, pasukan yang Haftar meluncurkan kampanye untuk merebut Tripoli dari pasukan Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui PBB.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sejak itu, bentrokan antara keduanya telah menewaskan lebih dari 1.000 orang dan melukai sekitar 5.500 lainnya terluka.
Libya dilanda gejolak sejak 2011, ketika Muammar Gaddafi digulingkan dan tewas dalam pemberontakan yang didukung NATO setelah empat dekade berkuasa.
Sejak itu, muncul dua kursi kekuasaan yang saling bersaing di negara kaya minyak itu, satu di Libya Timur dan satu lagi di Tripoli.
*Sibel Morrow dan Sena Guler turut berkontribusi dalam laporan ini