Maria Elisa Hospita
05 Mei 2020•Update: 06 Mei 2020
Walid Abdullah
TRIPOLI, Libya
Militer Libya melancarkan operasi militer untuk membebaskan pangkalan udara Al-Watiya dari kendali milisi Khalifa Haftar pada Selasa pagi.
"Tembakan artileri tentara Libya membuka jalan bagi serangan darat ke pangkalan tersebut," ungkap seorang sumber militer.
Jumat pekan lalu, militer Libya melancarkan lima operasi udara yang menargetkan milisi Haftar di Al-Watiya.
Al-Watiya dianggap sebagai pangkalan udara utama di negara itu.
Pangkalan udara tersebut diduduki oleh Haftar, komandan bersenjata yang berbasis di Libya Timur, sejak Agustus 2014.
Milisi Haftar menggunakannya sebagai markas untuk operasi di wilayah-wilayah barat.
Pasukan Haftar melancarkan serangan ke pemerintah Libya sejak April 2019, hingga menewaskan lebih dari 1.000 orang.
Pemerintah Libya kemudian meluncurkan Operasi Badai Perdamaian pada 26 Maret untuk melawan serangan-serangan di ibu kota.
"Semoga kabar baik dari Libya akan segera kita dengar. Keamanan, keselamatan, dan kemakmuran rakyat Libya adalah kunci stabilitas di Afrika Utara dan Mediterania," ujar Presiden Turki dalam pidato yang disiarkan di televisi pada Senin.
Recep Tayyip Erdogan juga menegaskan dukungan negaranya bagi pemerintah Libya yang sah.
Sejak lengser dan wafatnya Muammar Khadafi pada 2011, pemerintah Libya dibentuk di bawah kesepakatan politik yang dipimpin PBB pada 2015.
*Ditulis oleh Zehra Nur Duz