Muhammad Abdullah Azzam
14 Juli 2020•Update: 14 Juli 2020
Enes Canlı
TRIPOLI
Tentara Libya membentuk badan keamanan baru yang disebut "Pasukan Gabungan", yang akan "menjaga keamanan" di daerah-daerah yang dibebaskan dari pasukan Khalifa haftar serta mengakhiri tindakan ilegal kelompok-kelompok bersenjata.
Menurut pernyataan tertulis yang ditandatangani oleh Osama al-Juwaili, Komandan Operasi Gabungan Wilayah Barat yang berafiliasi dengan tentara Libya, menyatakan militer memutuskan untuk membentuk pasukan baru yang terdiri dari 500 tentara di daerah yang dibebaskan dari Haftar.
Tugas dari unit keamanan baru ini "menjaga keamanan perbatasan wilayah barat, mengendalikan keluar-masuk kendaraan dan senjata, mengamankan kelompok-kelompok yang menentang undang-undang di wilayah wewenangnya; semua menyerahkan bangunan dan kamp militer resmi dan swasta kepada pihak berwenang.”
Selain itu, pasukan baru yang didirikan ini akan "menangkap milisi yang mengancam institusi publik dan swasta, menyita kendaraan dan senjata mereka, menerapkan langkah keamanan terhadap penyelundup bahan bakar dan migrasi ilegal, membantu pembongkaran bangunan untuk penataan bangunan ilegal.
Sejak April 2019, pasukan pemberontak Khalifa Haftar telah melancarkan serangan terhadap ibu kota Libya, Tripoli, dan wilayah barat laut dan mengakibatkan lebih dari 1.000 kematian, termasuk perempuan dan anak-anak.
Namun, pemerintah Libya baru-baru ini meraih kemenangan signifikan dengan mendorong pasukan Haftar keluar dari Tripoli dan Kota Tarhuna yang strategis.
Pemerintah baru negara itu didirikan pada 2015 di bawah perjanjian yang dipimpin oleh PBB, tetapi upaya penyelesaian politik jangka panjang gagal karena serangan militer oleh panglima pemberontak Khalifa Haftar, yang didukung oleh Prancis, kelompok paramiliter Rusia Wagner, Uni Emirat Arab dan Mesir.
PBB mengakui pemerintah Libya yang dipimpin oleh Perdana Menteri Fayez al-Sarraj sebagai otoritas sah negara itu.