Rhany Chairunissa Rufinaldo
19 Mei 2020•Update: 21 Mei 2020
Walid Abdullah
TRIPOLI
Libya pada Senin berjanji untuk mendokumentasikan pelanggaran terhadap negara-negara yang memberikan dukungan kepada komandan pemberontak Khalifa Haftar.
"Semua pelanggaran akan dibawa ke Dewan Keamanan PBB bersama dengan komite sanksi," kata Menteri Luar Negeri Libya Mohamed Siala dalam sebuah pernyataan di Facebook.
Dia menyatakan bahwa Libya akan bekerja sama dengan semua kekuatan internasional yang mendukung perdamaian untuk memastikan pembangunan negara sipil yang demokratis untuk semua rakyat Libya.
Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Libya Muhammad al-Qiblawi mengatakan bahwa pemerintah negaranya akan memberikan bukti keterlibatan Uni Emirat Arab dalam pertumpahan darah warga Libya dan pelanggaran resolusi internasional.
"Kami akan memberi Dewan Keamanan apa yang telah ditemukan di pangkalan udara Al-Watiya sebagai bukti pelanggaran oleh beberapa negara atas resolusi embargo senjata ke Libya, terutama sistem rudal Pantsir Rusia yang disediakan Abu Dhabi," ujar dia.
Pada Senin, tentara Libya mengumumkan bahwa mereka berhasil menguasai pangkalan udara Al-Watiya, yang berada di bawah kekuasaan Haftar selama sekitar enam tahun.
Al-Watiya dianggap sebagai pangkalan udara utama di negara itu.
Pangkalan udara tersebut diduduki oleh Haftar, komandan bersenjata yang berbasis di Libya Timur, sejak Agustus 2014.
Milisi Haftar menggunakannya sebagai markas untuk operasi di wilayah-wilayah barat.
Pasukan Haftar melancarkan serangan ke pemerintah Libya sejak April 2019, hingga menewaskan lebih dari 1.000 orang.
Pemerintah Libya kemudian meluncurkan Operasi Badai Perdamaian pada 26 Maret untuk melawan serangan-serangan di ibu kota.
Sejak penggulingan pemerintahan Muammar Khaddafi pada 2011, dua poros kekuasaan yang saling bersaing muncul di Libya, satu di Libya Timur yang didukung oleh Mesir dan Uni Emirat Arab, dan satu lagi di Tripoli yang mendapat pengakuan PBB dan internasional.
*Bassel Ibrahim berkontribusi pada berita ini dari Ankara