Maria Elisa Hospita
12 Agustus 2019•Update: 13 Agustus 2019
Anees Barghoti
YERUSALEM
Ratusan pemukim Yahudi memaksa masuk ke kompleks Masjid al-Aqsa di Yerusalem pada Minggu.
"Sejak pagi, lebih dari 1.729 pemukim Yahudi telah memasuki kompleks," ungkap Firas al-Dibs, juru bicara Otoritas Wakaf Keagamaan Yerusalem lewat sebuah pernyataan.
"Polisi Israel turut membantu para pemukim selama penyerbuan itu," tambah dia.
Sementara itu, Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan bahwa 61 orang Palestina terluka setelah pasukan Israel menyerang mereka dengan peluru karet dan gas air mata.
"Warga Palestina mengalami cedera dan 16 dari mereka telah dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut," kata LSM itu.
Akibat kekacauan itu, wakaf Islam di Yerusalem memutuskan untuk menunda sholat Ied dari 06.30 (0330GMT) menjadi pukul 07.30 (jam 04.30 GMT).
Organisasi-organisasi Yahudi ekstremis, yang dikenal sebagai kelompok Temple Mount, menyerukan penggerebekan besar-besaran terhadap al-Aqsa selama pekan ini.
Bagi umat Islam, al-Aqsa merupakan situs paling suci ketiga di dunia. Orang-orang Yahudi menyebut area itu sebagai "Gunung Kuil", mengklaimnya sebagai bekas situs dua kuil Yahudi di Zaman Kuno.
Israel menduduki Yerusalem Timur, di mana al-Aqsa berada, selama Perang Arab-Israel 1967.
Israel kemudian menganeksasi seluruh wilayah kota pada1980 dan mengklaimnya sebagai ibu kota negara Yahudi yang "abadi dan tak terbagi".