Dunia

Kremlin selidiki aduan polisi, demonstran

Juru Bicara Kremlin mengatakan polisi memungkinkan untuk mengambil “tindakan keras” untuk mencegah kekacauan sipil

Hayati Nupus   | 14.08.2019
Kremlin selidiki aduan polisi, demonstran Polisi menahan seorang pengunjuk rasa dalam demonstrasi menolak kandidat Duma Kota Moskow di Moskow, Rusia, pada 10 Agustus 2019 (Stringer - Anadolu Agency)

Moskova

Elena Teslova

MOSKOW 

Rusia tengah menyelidiki laporan demonstran dan polisi soal bentrokan pekan lalu di ibu kota negara itu.

Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan pada Selasa di Moskow bahwa dalam demonstrasi Sabtu lalu, ada pihak yang berupaya mengacaukan keamanan sipil.

Peskov mengatakan dalam kasus pertama, “penggunaan kekuatan yang tak proporsional tak dapat diterima”, sedang penegakan hukum dalam kasus kedua “mengupayakan apa yang harus mereka lakukan untuk mencegah kerusuhan”.

Ada beberapa kasus serangan terhadap polisi dan penggunaan kekerasan terhadap pengunjuk rasa, dengan pengaduan dari kedua belah pihak, tambah dia.

“Kami memperhatikan semua laporan yang masuk, pemerintah tengah mengajukan catatan “ketidaktaatan” dan “agresi” terhadap otoritas penegak hukum.

Dia menekankan bahwa polisi dapat mengambil “tindakan keras” untuk mencegah kekacauan sipil.

Kelompok oposisi Rusia turun ke jalan selama tiga pekan berturut-turut dan menuduh Komisi Pemilihan Pusat imparsial atas batasan 3 persen bagi kandidat yang mencalonkan diri dalam pemilihan parlemen lokal pada September.

Dampaknya, hampir 2.000 demonstran ditangkap dalam unjuk rasa tanpa pemberitahuan.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). . Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.