Hayati Nupus
14 Agustus 2019•Update: 15 Agustus 2019
Elena Teslova
MOSKOW
Rusia tengah menyelidiki laporan demonstran dan polisi soal bentrokan pekan lalu di ibu kota negara itu.
Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan pada Selasa di Moskow bahwa dalam demonstrasi Sabtu lalu, ada pihak yang berupaya mengacaukan keamanan sipil.
Peskov mengatakan dalam kasus pertama, “penggunaan kekuatan yang tak proporsional tak dapat diterima”, sedang penegakan hukum dalam kasus kedua “mengupayakan apa yang harus mereka lakukan untuk mencegah kerusuhan”.
Ada beberapa kasus serangan terhadap polisi dan penggunaan kekerasan terhadap pengunjuk rasa, dengan pengaduan dari kedua belah pihak, tambah dia.
“Kami memperhatikan semua laporan yang masuk, pemerintah tengah mengajukan catatan “ketidaktaatan” dan “agresi” terhadap otoritas penegak hukum.
Dia menekankan bahwa polisi dapat mengambil “tindakan keras” untuk mencegah kekacauan sipil.
Kelompok oposisi Rusia turun ke jalan selama tiga pekan berturut-turut dan menuduh Komisi Pemilihan Pusat imparsial atas batasan 3 persen bagi kandidat yang mencalonkan diri dalam pemilihan parlemen lokal pada September.
Dampaknya, hampir 2.000 demonstran ditangkap dalam unjuk rasa tanpa pemberitahuan.