Dunia

Perusahaan Kanada ubah plastik jadi bahan bakar

Proyek percontohan ini memanfaatkan plastik yang tak dapat didaur ulang dan hanya menjadi sampah di tempat pembuangan

Hayati Nupus   | 14.08.2019
Perusahaan Kanada ubah plastik jadi bahan bakar Ilustrasi: Sampah plastik yang berasal dari berbagai negara saat wawancara eksklusif dengan Heng Kiah Chun, dari Greenpeace Malaysia, di Kuala Lumpur pada 25 Juni 2019. (Adli Ghazali - Anadolu Agency)

Canada

Barry Ellsworth

TRENTON, Kanada

Sebuah perusahaan Kanada menemukan cara untuk mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar diesel dan bensin, menurut laporan pada Selasa.

Teknologi ini sudah digunakan oleh Sparta Group—perusahaan di balik proyek percontohan Phoenix yang berlokasi di Kota Whitby —untuk bahan bakar armada truk perusahaan tersebut.

“Lima ton plastik dapat dikonversi menjadi sekitar 4.000 liter [1.057],” kata Presiden Sparta Group John O’Bireck. “Dan 4.000 liter dapat menggerakkan seluruh armada kami, 10 kendaraan, bolak balik setiap hari dengan 16 jam per hari.”

Truk-truk tersebut digunakan untuk mengangkut limbah industri.

Teknologi ini menggunakan suhu tinggi yang menyebabkan plastik terurai, proses yang dikenal sebagai pirolisis. Plastik dipotong kecil-kecil dan dimasukkan ke wadah kedap udara, lalu dipanaskan tanpa oksigen, sehingga tak benar-benar terbakar karena rusak, kata O'Bireck. Plastik yang digunakan adalah yang tak dapat didaur ulang. Jika tidak, plastik itu hanya akan berakhir di TPA.

“Jika Anda menggunakan plastik dan membuangnya, dia akan bertahan di dalam tanah hingga seribu tahun,” ujar O'Bireck.

“Di industri, kita bisa memanfaatkan itu, mengubahnya dan memasukkannya kembali ke pabrik untuk digunakan [sebagai bahan bakar],” kata dia.

“Dengan teknologi ini, kami mengkonversinya sehingga memberikan [plastik] kesempatan lagi untuk kembali [bermanfaat].”

Di Provinsi Nova Scotia, proyek lain menggunakan teknologi serupa untuk mengubah plastik menjadi bahan bakar. Sustain Technologies Inc memanfaatkan hingga 50.000 ton sampah kota per tahun saat beroperasi penuh.

Sheila McGrory, pejabat Whitby, bangga dengan proyek percontohan ini.

“Tampaknya mereka menarik banyak perhatian internasional, orang-orang dari berbagai belahan dunia datang untuk melihat operasional pabrik,” kata dia. “Ini teknologi hebat. Sangat penting untuk masa depan planet ini.”

Keith Brooks, direktur program organisasi advokasi Pertahanan Lingkungan, mengatakan kekurangan proses tersebut adalah masih menggunakan plastik dan seharusnya ada solusi yang lebih baik.

“Kami tak berpikir harus ada plastik yang tak dapat didaur ulang,” kata dia

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). . Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın