Maria Elisa Hospita
28 Mei 2019•Update: 29 Mei 2019
Riyaz ul Khaliq
ANKARA
Seorang diplomat asal Korea Selatan yang berbasis di Washington dituntut karena membocorkan detail percakapan telepon antara presiden Korea Selatan dan Amerika Serikat (AS).
Pada 7 Mei, diplomat tersebut membeberkan percakapan Moon Jae-in dan Donald Trump, di antaranya tentang permintaan Moon agar Trump mengunjungi Korsel setelah kunjungannya ke Jepang.
Menurut kantor berita Yonhap, dalam percakapan itu, Moon juga menanyakan apakah Trump benar-benar mendukung dorongan Korea Selatan untuk bantuan pangan ke Korea Utara.
Kementerian Luar Negeri Korea Selatan mengkonfirmasi bahwa mereka akan mengajukan tuntutan pidana terhadap diplomat itu dan seorang pejabat pemerintah Korsel, Khang Hyo-shang dari Liberty Korea Party (LKP).
"Dengan mempertimbangkan besarnya masalah ini, kami memutuskan akan menuntut mereka karena membocorkan informasi rahasia," kata kementerian, pada Selasa.
Kementerian Luar Negeri Korea Selatan akan mengungkap hasil penyelidikan mereka akhir pekan ini.
Yonhap menyebutkan bahwa keduanya dapat menghadapi "langkah tegas", termasuk pemecatan.
Meskipun sudah mengakui kesalahannya, tetapi diplomat tersebut membantah “berniat merusak kebijakan luar negeri pemerintah".