Rhany Chairunissa Rufinaldo
15 Agustus 2018•Update: 15 Agustus 2018
Alex Jensen
SEOUL
Presiden Rusia Vladimir Putin telah menyatakan kesiapannya untuk bertemu dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un "secepatnya," menurut kantor berita KCNA milik pemerintah Pyongyang, Rabu.
Putin terus menunggu jawaban setelah meminta Kim untuk menghadiri forum ekonomi bulan depan di Vladivostok, namun Pyongyang telah mengkonfirmasi pekan ini bahwa Presiden Korea Selatan Moon Jae-in akan mengunjungi ibu kota Korea Utara "di bulan September".
Pesan pribadi pemimpin Rusia tersebut dalam rangka peringatan ke-73 pembebasan Korea dari pemerintahan kolonial Jepang, yang ditandai sebagai hari libur baik di Korea Utara maupun Selatan.
Putin menyebutkan perlunya "untuk membahas masalah mendesak tentang hubungan bilateral dan hal-hal penting di kawasan". Mereka sepertinya akan memasukkan "kerja sama timbal balik" yang melibatkan hubungan ekonomi antara Rusia dan kedua Korea.
Sementara itu, dengan risiko menimbulkan kecurigaan dari sekutu militer Korea Selatan, Amerika Serikat, Moon menyatakan ambisinya untuk menciptakan "komunitas kereta api" Timur Laut Asia yang terdiri dari negaranya sendiri bersama dengan Korea Utara, Rusia, Cina, Jepang, dan Mongolia.
"Komunitas ini akan mengarah pada blok energi dan blok ekonomi di Asia Timur Laut dengan mengembangkan kawasan ekonomi Asia Timur Laut ke utara benua dan menjadi landasan koeksistensi dan kemakmuran di Asia Timur Laut."
Sambil bersikeras bahwa "kerja sama ekonomi bisa benar-benar lepas landas" ketika Korea Utara sudah melakukan denuklirisasi, presiden Korea Selatan menambahkan bahwa pemerintahnya bertujuan untuk menghubungkan jalan dan jalur kereta api melintasi perbatasan antar-Korea pada akhir tahun.
AS telah meminta semua negara untuk mematuhi sanksi global terhadap Korea Utara, yang belum menyetujui jadwal untuk denuklirisasi meskipun dua bulan telah berlalu sejak perjanjian KTT 12 Juni antara Kim dan Presiden AS Donald Trump.