Rhany Chairunissa Rufinaldo
03 Desember 2018•Update: 03 Desember 2018
Gulsen Cagatay
ANKARA
Iran dan Korea Selatan telah menyetujui mekanisme pembayaran yang cocok untuk ekspor minyak Iran ke Korea Selatan, kepala Kamar Dagang Bersama Iran-Korea Selatan mengumumkan pada Sabtu.
Kantor Berita Republik Islam (IRNA) melaporkan Hossein Tanhaee, kepala Kamar Dagang Iran-Korea Selatan, menjelaskan bahwa biaya barang yang akan dipasok ke importir Iran akan dikurangi dari biaya ekspor minyak ke Korea Selatan
Para importir ini akan membayar harga barang kepada pemerintah Iran.
"Jika bank-bank sentral dari kedua negara tidak dapat melakukan transaksi, sektor swasta dapat melakukan barter dalam kerangka dana bersama," kata Tanhaee.
Mulai 5 November, sanksi itu juga menargetkan penjualan minyak Iran.
Hal itu dilakukan untuk melukai sektor ekonomi negara dan membawa Teheran kembali ke meja perundingan untuk membahas persenjataan nuklirnya.
Karena sanksi tersebut, Iran juga kehilangan pangsa pasar minyaknya.
Pemerintahan Trump memberikan keringanan kepada delapan negara importir minyak Iran termasuk China, India, Korea Selatan, Turki, Italia, UAE, Jepang dan Taiwan.