Maria Elisa Hospita
27 April 2020•Update: 28 April 2020
Muhammed Samii
YAMAN
Koalisi Arab yang dipimpin Saudi membebaskan kapal tanker milik pemberontak Houthi setelah menahannya di Yaman selama 42 hari.
Menurut Al Masirah TV, kapal tersebut memuat 12.000 ton bahan bakar diesel.
Houthi mengklaim koalisi menyita 20 kapal yang membawa minyak dan makanan yang diizinkan untuk beroperasi oleh PBB.
Koalisi itu belum merilis pernyataan resmi mengenai masalah tersebut.
Yaman telah didera konflik sejak 2014, yaitu ketika pemberontak Houthi menguasai sebagian besar wilayah negara itu, termasuk Ibu Kota Sanaa.
Krisis memuncak pada 2015, ketika koalisi militer pimpinan Saudi meluncurkan kampanye udara besar-besaran untuk mengalahkan Houthi.
Puluhan ribu warga Yaman, termasuk warga sipil, diyakini telah terbunuh dalam konflik tersebut.
PBB bahkan menyebut konflik di Yaman sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia.