Jeyhun Aliyev
04 Januari 2022•Update: 05 Januari 2022
ANKARA
Hampir 40 persen penduduk Yaman menghadapi masalah kekurangan pangan atau "makanan yang tidak memadai", kata sebuah badan PBB pada Senin.
Meski upaya berkelanjutan untuk mengurangi risiko kelaparan di Yaman, kerawanan pangan terus menjadi tantangan utama di negara itu, kata Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) di Twitter.
"Kerawanan pangan akut adalah kenyataan bagi 16,2 juta orang di Yaman," tambah pernyataan itu.
Yaman telah dilanda kekerasan dan ketidakstabilan sejak 2014, ketika pemberontak Houthi menguasai sebagian besar negara itu, termasuk ibu kota Sanaa.
Koalisi yang dipimpin Saudi yang bertujuan untuk mengembalikan pemerintah Yaman telah memperburuk situasi, menyebabkan salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia.
Hampir 80 persen atau sekitar 30 juta orang membutuhkan bantuan dan perlindungan kemanusiaan dan lebih dari 13 juta dalam bahaya kelaparan, menurut perkiraan PBB.