Rhany Chairunissa Rufinaldo
27 April 2020•Update: 28 April 2020
Hassan Isilow
JOHANNESBURG
Menteri Kepolisian Afrika Selatan Bheki Cele pada Minggu meminta maaf kepada komunitas Muslim atas pernyataan menghina yang dilakukan oleh seorang petugas polisi ketika menangkap para jemaah yang melanggar aturan karantina Covid-19.
Permintaan maaf Cele dirilis beberapa jam setelah sebuah potongan video beredar di media sosial, yang menunjukkan sejumlah petugas polisi menangkap 24 jemaah di Provinsi Mpumalanga pada Sabtu.
Di akhir video, seorang petugas terdengar bertanya kepada para jemaah: "Apakah Anda lebih besar dari presiden? Apakah Muhammad lebih besar dari presiden?"
Warga Afrika Selatan saat ini sedang menjalani karantina karena virus korona yang diumumkan oleh Presiden Cyril Ramaphosa pada 27 Maret.
Mereka tidak diizinkan meninggalkan rumah dan berkumpul di gereja atau masjid.
Polisi mengatakan para jemaah yang ditangkap melanggar Peraturan Karantina Wilayah Manajemen Bencana Covid-19 sehubungan dengan larangan berkumpul dan akan didakwa atau didenda.
Juru bicara Kepolisian Nasional Brigadir Vishnu Naidoo mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa komentar yang dibuat oleh perwira itu patut disayangkan, dan tidak dapat diterima bahwa seseorang bisa mengucapkan ujaran seperti itu.
Dia mengatakan kepolisian telah mengarahkan agar masalah tersebut diselidiki dan oknum yang membuat komentar diidentifikasi dan dihukum.
Afrika Selatan adalah salah satu negara dengan jumlah infeksi Covid-19 tertinggi di benua Afrika dengan 4.546 kasus dan 87 kematian.
Muslim membentuk sekitar 3,5 persen dari 57 juta populasi negara itu. Terlepas dari jumlah yang kecil, mereka aktif berpartisipasi dalam berbagai sektor ekonomi negara, termasuk bisnis, akademis, layanan sipil dan politik.