Servet Günerigök
05 Januari 2022•Update: 06 Januari 2022
AS pada Selasa mengutuk penyitaan sebuah kapal kargo oleh pemberontak Houthi di lepas pantai Hudaydah di Yaman barat.
Kapal berbendera Uni Emirat Arab itu dibajak pada Minggu malam.
"Tindakan ini mengganggu kebebasan navigasi di Laut Merah dan mengancam perdagangan internasional dan keamanan regional," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price.
"Tindakan Houthi ini terjadi pada saat semua pihak harus mengurangi ketegangan dan kembali ke pembicaraan politik yang inklusif," tambah Price.
Price mengatakan AS mendesak Houthi untuk segera membebaskan kapal beserta awak dan menghentikan semua kekerasan yang menghambat proses politik untuk mengakhiri perang di Yaman.
Koalisi pimpinan Saudi di Yaman mengatakan bahwa kapal tersebut membawa peralatan medis untuk rumah sakit lapangan Saudi di Pulau Socotra Yaman.
Yaman telah dilanda kekerasan dan ketidakstabilan sejak 2014, ketika pemberontak Houthi menguasai sebagian besar negara itu, termasuk ibu kota Sanaa.
Koalisi yang dipimpin Saudi yang bertujuan untuk mengembalikan pemerintah Yaman telah memperburuk situasi, menyebabkan salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia, dan hampir 80 persen atau sekitar 30 juta orang membutuhkan bantuan dan perlindungan kemanusiaan dan lebih dari 13 juta orang dalam bahaya kelaparan, menurut perkiraan PBB.