Muhammad Nazarudin Latief
22 Juni 2019•Update: 22 Juni 2019
Davit Kachkachishvili
TBILISI, Georgia
Ketua Parlemen Georgia Irakli Kobakhidze mengundurkan diri setelah protes keras di ibukota Tbilisi, ujar sekretaris jenderal partai yang berkuasa, Georgia Dream, Kakha Kaladze, Jumat.
Pengunduran diri itu terjadi sehari setelah ribuan demonstran berkumpul di luar parlemen atas kunjungan kontroversial oleh seorang anggota parlemen Rusia.
Sergei Gavrilov, seorang deputi Duma Negara Rusia dari Partai Komunis, mengunjungi parlemen dan berbicara dalam pertemuan tahunan Majelis Antarparlemen tentang Orthodoksi, sebuah forum anggota parlemen dari negara-negara Ortodoks.
Kunjungan ini memicu kontroversi di Georgia.
Para pengunjuk rasa terlibat bentrok dengan polisi ketika mereka mencoba masuk ke gedung. Polisi menggunakan gas air mata dan peluru karet untuk mendorong kembali ke arah kerumunan.
Para demonstran, yang berjumlah lebih dari 10.000, meminta Kobakhidze mengundurkan diri.
Setelah protes tersebut, Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani dekrit yang melarang sementara maskapai penerbangan Rusia terbang ke Georgia setelah protes anti-Rusia di negara itu.
Keputusan itu akan diterapkan mulai 8 Juli.
Berbicara pada protes tersebut, yang diorganisir oleh berbagai partai politik dan organisasi non-pemerintah, para demonstran menuduh pemerintah memiliki kebijakan "tidak efisien" terhadap Rusia dan juga menuntut pengunduran diri menteri dalam negeri dan mereka yang menjadi pengurus majelis.
Demonstrasi kemudian dibubarkan polisi yang menggunakan meriam air pada para pengunjuk rasa.
Beberapa pengunjuk rasa terluka, sementara 305 lainnya ditangkap, menurut media setempat.
Protes diperkirakan akan berlanjut setelah para demonstran terlihat mulai berkumpul di daerah itu lagi.
Tbilisi berperang lima hari dengan Rusia pada 2008 di wilayah Ossetia Selatan dan Abkhazia di Georgia yang memisahkan diri.
Georgia kehilangan kendali atas kedua wilayah, dan Rusia kemudian mengakui mereka sebagai negara merdeka.
Ditulis oleh Zehra Nur Duz