Maria Elisa Hospita
28 Desember 2018•Update: 28 Desember 2018
Andrew Wasike
NAIROBI, Kenya
Perburuan gajah di taman-taman Kenya turun 50 persen dibandingkan tahun lalu.
Kenya Wildlife Service (KWS) mengatakan hanya 40 gajah yang diburu sepanjang 2018.
Tahun ini, Kenya kehilangan 396 gajah, sementara tahun lalu sebanyak 727 gajah.
Selain aktivitas perburuan, faktor kematian gajah disebabkan oleh penyakit, kekeringan, konflik manusia-satwa liar, kecelakaan, dan usia tua.
"Perburuan gajah berkurang 50 persen dari 80 kasus yang tercatat selama 2017 menjadi 40 kasus pada 2018. Semua gading gajah, kecuali yang hilang karena perburuan, telah disimpan oleh otoritas margasatwa," jelas Direktur Jenderal KWS Profesor Charles Musyoki dalam sebuah pernyataan
"Sebanyak 61 gajah mati tahun ini, dengan 38 persen (23) kematian disebabkan masalah alamiah, 16 persen (10) karena konflik manusia-gajah, 7 persen (4) diburu, dan 39 persen (24) karena sebab-sebab yang belum diketahui," tambah dia.
Pada 2016, Kenya menyalakan api unggun terbesar di dunia dan membakar 16.000 gading gajah seberat 105 ton.
Pembakaran itu dilakukan untuk mengirim peringatan kepada para penyelundup dan pemburu gading bahwa Kenya tidak menoleransi tindakan mereka.