Pizaro Gozali Idrus
25 April 2020•Update: 25 April 2020
JAKARTA
Pemberlakuan kebijakan untuk tinggal di rumah di Amerika Serikat berdampak sangat besar terhadap perekonomian negara tersebut. Kebijakan telah diberlakukan oleh pemerintah federal dan juga negara-negara bagian di AS sejak awal Maret 2020.
Tidak hanya penduduk AS, masyarakat dan diaspora Indonesia yang tinggal dan bekerja di AS pun tidak luput terkena dampaknya.
Kondisi tersebut menyebabkan sebagian warga Indonesia kehilangan mata pencahariannya atau terpaksa berhenti dari pekerjaannya.
Sebagai salah satu upaya untuk membantu meringankan beban tersebut, KBRI Washington melaksanakan program pembagian paket sembako sehat bagi para WNI yang terdampak.
Theodorus Satrio Nugroho, Ketua Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 KBRI Washington menyampaikan bantuan tersebut khususnya ditujukan bagi warga Indonesia yang paling membutuhkan dan kelompok-kelompok yang dinilai paling rentan terhadap dampak wabah virus korona.
Theodorus Satrio Nugroho, Ketua Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Washington.
"Berdasarkan data hasil penelusuran kami, ada sejumlah WNI di AS, termasuk di wilayah Washington DC dan sekitarnya, yang kesulitan untuk menyambung hidup karena sudah tidak memiliki pendapatan, bahkan untuk membeli kebutuhan pokok," kata Theodorus dalam pernyataan resminya pada Sabtu.
Theodorus menyatakan jumlah sembako yang dibagikan untuk tahap awal mencapai 112 paket bantuan, yang berisi beras, buah-buahan, vitamin dan masker.
Dia menambahkan terdapat 28 titik pengiriman dengan titik terjauh Ellicott City, Maryland yang berjarak 67 kilometer dari ibukota AS.
Sementara ini, lanjut dia, sudah 2 tahap yang kita lakukan, yaitu pada tanggal 21 April dan 22 April.
Inisiatif KBRI ini mendapatkan sambutan yang sangat positif dari para WNI penerima bantuan paket sembako tersebut. Salah satunya Ruslan, seorang WNI yang bermukim di Fairfax, Virginia.
Ruslan awalnya bingung untuk sekedar curhat apalagi meminta bantuan karena sesama teman lainnya juga sedang mengalami kesulitan.
“Dengan adanya bantuan ini saya sadar kalau saya tidak sendirian. Alhamdulillah. Bingkisannya sudah saya terima. Terima kasih banyak atas perhatian KBRI kepada kami. Hanya Allah yang akan membalas kebaikannya," ujar Ruslan ketika dihubungi melalui telepon oleh KBRI.