Rhany Chaırunıssa Rufınaldo
21 Januari 2020•Update: 22 Januari 2020
Barry Ellsworth
TRENTON, Kanada
Direktur keuangan Huawei Meng Wanzhou kembali menjadi sorotan ketika sidang ekstradisi dimulai di Vancouver pada Senin.
Meng ditangkap di bandara Vancouver pada Desember 2018 atas perintah Amerika Serikat yang menginginkan dia diekstradisi untuk menghadapi tuduhan penipuan terkait dugaan pelanggaran sanksi Washington terhadap Iran.
Untuk mengekstradisi Meng, pengadilan harus membuktikan bahwa kesalahannya dianggap sebagai tindakan kriminal di Kanada yang disebut dengan 'kriminalitas ganda'.
Namun, dalam pembelaannya Meng berargumen bahwa dugaan kejahatannya tidak akan dianggap sebagai kriminal di Kanada karena negara itu tidak memiliki sanksi yang sama terhadap Iran seperti AS, sehingga tuduhan tersebut tidak memiliki keabsahan di Kanada.
"Pada akhirnya, kami diminta untuk memaksakan kewajiban Kanada untuk membantu AS dalam penegakan sanksi-sanksi yang telah kami tolak secara tegas," bantah pengacara Meng, David Peck.
Dia mengatakan bahwa penerapan sanksi terhadap Iran adalah keputusan Presiden AS Donald Trump dan Kanada menolak sanksi tersebut.
"Adalah keputusan Amerika Serikat untuk mengkriminalkan perilaku yang diizinkan Kanada dan sebagian besar negara lain," kata Peck.
Pemerintah Kanada berpendapat bahwa mereka memiliki perjanjian ekstradisi dengan AS dan oleh karena itu harus bertindak atas permintaan Washington untuk menangkap Meng.
Penangkapan itu memicu protes oleh China, di mana para pejabat menuntut pembebasan Meng dengan segera.
Beijing kemudian membalas penangkapan tersebut dengan menahan dua warga Kanada atas tuduhan mata-mata.
Selain itu, China juga melarang impor kanola, produk daging sapi dan babi serta mengurangi impor kacang polong dan kedelai dari Kanada, yang secara finansial merugikan industri pertanian negara itu.
Meng dibebaskan oleh pengadilan dengan jaminan CAN10 juta dan diperintahkan untuk tidak meninggalkan negara itu dan ditetapkan sebagai tahanan rumah.
Dia diizinkan untuk bepergian di area sekitar rumahnya, tetapi harus ditemani oleh penjaga keamanan.
Tim kuasa hukum Meng berpendapat bahwa dia menjadi sasaran AS karena perang dagangnya dengan China.
Pembelaan itu dibenarkan oleh Trump, yang mengatakan tak lama setelah penangkapannya bahwa dia akan campur tangan jika langkah itu dapat menghasilkan kesepakatan perdagangan dengan China.
Sidang ekstradisi Meng akan berlanjut pada Selasa.