Maria Elisa Hospita
26 Februari 2020•Update: 26 Februari 2020
Addis Getachew
ADDIS ABABA, Ethiopia
Jelang Pemilihan Umum Ethiopia 2020, pemerintah membebaskan 63 tahanan di tengah tekanan dari kelompok-kelompok etnis.
Zinabu Tunu, juru bicara Kejaksaan Agung Ethiopia, mengatakan para tahanan itu terlibat dalam kasus korupsi dan pelanggaran hak asasi manusia.
Mereka yang bebas adalah orang-orang di antara 1.682 tahanan yang ditangkap sejak Perdana Menteri Abiy Ahmed berkuasa pada April 2018.
Sejak itu, Ahmed telah menggiatkan reformasi ekonomi, militer, keamanan, dan di bidang lainnya.
Menurut Kantor Berita Ethiopia, pemerintah membatalkan dakwaan terhadap jumlah tersangka bukan karena terbukti tidak melakukan kejahatan, tetapi untuk mewujudkan konsensus nasional.
Tahanan yang dibebaskan di antaranya adalah pengusaha dan pendiri Bank Zemen, Edmias Amelga.