Muhammad Abdullah Azzam
30 November 2018•Update: 30 November 2018
Şenhan Bolelli
MADRID
Otoritas Italia akan melakukan penyelidikan terhadap tujuh personil intelijen Mesir terkait kematian misterius seorang mahasiswa Italia, Giulio Regeni, di Kairo dua tahun lalu.
Setelah pihak keamanan kedua negara melakukan hubungan resmi, Kejaksaan Penuntut Umum Roma mengumumkan akan melakukan investigasi terhadap tujuh agen rahasia yang diduga terlibat dalam pembunuhan Regeni.
Ketujuh personil intelijen Mesir tersebut terdeteksi telah memata-matai Regeni selama berada di Mesir.
Keputusan Kejaksaan Penuntut Umum Roma itu diumumkan setelah jaksa Italia dan Mesir melakukan pertemuan di Kairo.
Sementara itu, Ketua Parlemen Italia Roberto Fico mengatakan kepada wartawan, "Selama tak ada investigasi dan proses pengadilan yang sebenarnya, parlemen Italia akan menghentikan semua hubungan diplomatik dengan parlemen Mesir."
Wakil Perdana Menteri dan Menteri Dalam Negeri Italia Matteo Salvini mengatakan pemerintah dan parlemen telah melakukan yang terbaik untuk meminta pertanggungjawaban atas peristiwa pembunuhan Regeni.
Giulio Regeni, 28, menghilang pada 25 Januari 2016 – bersamaan dengan peringatan lima tahun insiden pemberontakan untuk menggulingkan Presiden Mesir Hosni Mubarak setelah 30 tahun berkuasa.
Sembilan hari kemudian, jasad Regeni – dengan tanda-tanda penyiksaan berat – ditemukan di pinggiran kota Kairo.
Otoritas Mesir membantah keterlibatan apa pun dalam kasus Regeni, namun para pengamat melihat bahwa tanda-tanda penyiksaan di tubuh Regeni sangat mirip dengan gaya penyiksaan polisi Mesir.