Chandni
16 April 2018•Update: 17 April 2018
Enes Kaplan
ANKARA
Istanbul menggelar pertemuan empat hari mulai Senin untuk membahas isu-isu yang dihadapi minoritas Muslim di berbagai negara, demikian pernyataan dari kantor Kementerian Urusan Agama Turki.
Menurut pernyataan itu, sekitar 250 partisipan dari 100 negara akan ikut serta dalam acara "Minoritas Muslim Dunia".
Peserta terdiri dari akademisi Islam, aktivis, jurnalis, dan penulis-penulis yang bisa menjembatani hubungan antara Turki dan minoritas-minoritas Muslim di negara-negara dunia, jelas pernyataan tersebut.
Peserta akan membahas masalah-masalah yang dihadapi minoritas Muslim, pilihan solusi, dan menggenjot kerja sama di bidang pendidikan dan layanan agama.
Pada hari pertama, peserta akan mengadakan diskusi mengenai sejarah dan masa depan minoritas Muslim.
Partisipan pada hari kedua akan mendebatkan sejumlah isu-isu seperti HAM, kebebasan beragama minoritas, dan radikalisasi.
Pada hari ketiga, bahasan akan difokuskan terhadap kegiatan beragama minoritas Muslim dan tuntutan pendidikan agama.
Acara akan ditutup dengan membacakan laporan rangkuman dan peserta akan mengunjungi tempat-tempat bersejarah dan warisan budaya Istanbul.