Muhammad Abdullah Azzam
08 Desember 2020•Update: 09 Desember 2020
Hamdi Yildiz
YERUSALEM
Israel mempercepat rencana pembangunan ribuan permukiman Yahudi baru di Yerusalem yang diduduki, menurut laporan media lokal.
Saluran TV milik negara KAN mengatakan bahwa lebih dari 9.000 unit pemukiman telah dibangun di Zona Industri Atarot di utara Yerusalem.
Menggarisbawahi Israel akan mengabaikan kritik internasional atas kegiatan pembangunan permukiman ilegal di wilayah tersebut, media Israel itu mengatakan pembangunan dijadwalkan akan selesai sebelum 20 Januari, ketika Presiden terpilih Joe Biden mulai menjabat.
Langkah Israel itu dilakukan setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bertemu dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo bulan lalu, kata media itu.
Pada 15 November, otoritas Israel mengungkapkan rencana untuk membangun 1.257 unit permukiman baru di daerah Givat Hamatos Israel di Yerusalem Timur yang diduduki.
Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, dianggap sebagai "wilayah pendudukan" di bawah hukum internasional, membuat semua permukiman Yahudi di sana dianggap ilegal.