Muhammad Abdullah Azzam
26 Juli 2019•Update: 26 Juli 2019
Ahmet Dursun
ANKARA
Iran telah melakukan peluncuran rudal balistik jarak menengah Kamis kemarin, lapor media Amerika Serikat (AS), CNN.
CNN melansir laporan seorang pejabat senior dari Departemen Pertahanan AS (Pentagon), Iran melakukan uji coba rudal balistik jarak menengah di selatan negara itu kemarin.
Iran meluncurkan rudal Shabaab-3 yang memiliki jangkauan sekitar 1.300 ribu kilometer dari wilayah selatan negara itu.
Sementara rudal tersebut dilaporkan telah menempuh jarak sejauh 965 kilometer dan jatuh ke gurun dekat ibu kota Teheran.
Pejabat AS menambahkan bahwa rudal Shahab-3 tidak menimbulkan ancaman bagi pangkalan AS di kawasan itu.
Namun Iran berusaha meningkatkan jangkauan dan akurasi rudal balistik dengan melakukan uji coba seperti itu, tutur staf Pentagon itu.
"Kami menyadari peluncuran roket Iran itu, tetapi saat ini kami tak akan memberikan komentar lebih lanjut lagi," kata pejabat senior AS yang tak mau disebutkan namanya kepada stasiun televisi Fox News.
Peluncuran rudal ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan AS.
Hingga berita ini dibuat, Iran belum memberikan penjelasan apa pun tentang peluncuran rudal tersebut.
Negara-negara adi daya pada 2015 sepakat untuk mencabut sanksi ekonomi yang dikenakan terhadap Iran sebagai imbalan dari persetujuan mereka untuk membatasi aktivitas nuklirnya untuk tujuan sipil dan perdamaian.
Pada Mei 2018, Presiden AS Donald Trump secara sepihak menarik negaranya dari perjanjian nuklir penting yang ditandatangani pada 2015 antara Iran dan kelompok negara P5+1 (lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB plus Jerman).
Sejak itu, pemerintahan Trump memulai kampanye diplomatik dan ekonomi untuk menekan Iran agar bisa membawa negara itu kembali ke perundingan untuk membahas soal program nuklir dan kegiatan lain yang dianggap tidak stabil.