Muhammad Abdullah Azzam
13 Maret 2020•Update: 13 Maret 2020
Mahmoud Barakat, Zehra Nur Duz
ANKARA
Iran pada Kamis mengajukan pinjaman USD5 miliar ke Dana Moneter Internasional (IMF) untuk melawan wabah virus corona di negara itu.
Menteri Luar Negeri Javad Zarif bercuit untuk mengingatkan pernyataan Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva bahwa negara-negara yang terkena virus korona akan diberikan bantuan keuangan darurat.
Bank Sentral segera meminta akses untuk bantuan keuangan ini. Javad menyerukan kepada IMF untuk mematuhi mandat IMF, berdiri di sisi kanan sejarah dan bertindak secara bertanggung jawab.
IMF pada 4 Maret mengumumkan untuk mengalokasikan sekitar USD50 miliar melalui fasilitas pembiayaan darurat untuk membantu negara-negara dengan pendapatan rendah dan pasar negara berkembang dalam mengatasi virus corona.
Kepala Bank Sentral Iran Abdolnaser Hemmati meminta kepada IMF dana darurat sebesar USD5 miliar untuk membantu Iran yang sedang terpukul secara ekonomi akibat sanksi dari AS.
Iran adalah salah satu negara yang terpapar virus Covid-19 terbanyak dengan jumlah korban tewas meningkat menjadi 429 pada Kamis.
Pihak berwenang mengatakan 75 orang tewas dalam 24 jam terakhir, dengan kasus yang telah dikonfirmasi meningkat menjadi lebih dari 10.000, TV pemerintah Iran mengutip perkataan dari Juru bicara Kementerian Kesehatan Kianoush Jahanpour.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu mengumumkan bahwa virus korona merupakan pandemi global.
Berdasarkan data WHO, jumlah korban tewas mencapai 4.600 orang di seluruh dunia dengan lebih dari 125.000 kasus.
Virus tersebut berawal dari kota Wuhan, China sejak akhir Desember lalu dan sejauh ini telah menyebar ke 114 negara.
Sebagai bagian dari upaya mengatasi wabah tersebut, banyak pemerintah menutup perbatasan dan menangguhkan perjalanan darat serta udara dengan negara-negara yang memiliki kasus terbanyak.