Hayati Nupus
23 September 2018•Update: 24 September 2018
Ali Jawad
BAGHDAD
Kementerian Pertahanan Irak mengumumkan dimulainya operasi militer untuk membersihkan wilayah gurun di Provinsi Anbar (barat), Saladin dan Nineveh (utara), dari teroris Daesh yang tersisa.
Operasi yang diumumkan pada Sabtu itu merupakan operasi pertama yang digelar di gurun di tiga provinsi Irak, sejak pemerintah Irak menyampaikan telah mengalahkan organisasi teroris Daesh akhir tahun lalu.
Unit-unit dari Al-Jazeera yang terhubung dengan tentara Irak dan Komando Operasi Badia (JBOC), serta pasukan Syiah Al-Hashd al-Shaabi yang pro-pemerintah mulai menyisir daerah gurun, ujar juru bicara militer Irak Brigadir Jenderal Yahya Rasool, dalam sebuah pernyataan, Sabtu.
Operasi tersebut, menurut Rasool, diluncurkan dari tujuh arah dan didukung oleh Angkatan Udara Irak serta jet tempur Aliansi Internasional pimpinan AS.
Desember lalu, para pejabat di Baghdad mengatakan bahwa keberadaan militer Daesh di Irak telah diungkap, setelah operasi yang didukung oleh Aliansi Internasional pimpinan AS.
Namun dari waktu ke waktu, pejabat Irak mengumumkan operasi terhadap “sel tidur” yang berafiliasi dengan Daesh di beberapa bagian negara.